Gambar: pinterest.com
Hi,
my blog mate!
Long
time no see you through my "formula kata".
Sudah
lama banget rasanya sejak terakhir kali saya menulis sesuatu di blog ini. Saya
lupa gimana dulu cerminan diri saya lewat tulisan yang saya buat. Saya gak
ingat seperti apa sifat khas "formula kata" saya dulu. Dan sekarang,
ketika saya mencoba menulis lagi, semua rasanya gak sama seperti dulu.
Bicara
soal sesuatu yang sudah gak sama seperti yang dulu, pernah gak kalian ngerasain
atau mengalami kejadian "when your closest person isn't same
anymore"?
Kejadian
apa ya ini? Yuk kita samakan pemikiran dulu. "When your closest..."
ah ya ampun panjang juga ya, huft. Oke, kita singkat aja jadi WYCPISA (agak
ribet deh, yaudah lah ya gapapa hehe). Kejadian WYCPISA yang saya maksud di
sini adalah, saat seseorang atau orang-orang yang sangat dekat dengan kita –bisa
jadi sahabat, teman, gebetan, pacar, mantan (terserah mantan apa aja), kerabat,
bahkan keluarga, atau siapa pun yang sangat dekat dengan kita- berubah jadi
seseorang yang gak kita kenali lagi. Mereka berubah. Mereka jadi orang asing.
Oke, kalau sudah begini, saya rasa semua orang pernah mengalami.
Perubahan-perubahan
yang kita rasakan tentunya bisa dalam banyak hal. Sifat misalnya, bagaimana dia
yang dulu begitu peduli padamu lalu berubah sangat acuh; bagaimana dia yang
dulu lembut dan penyayang berubah menjadi kasar; bagaimana dia yang dulu begitu
"hangat" berubah menjadi "dingin" padamu.
Hmm.
Kemudian, bagaimana dengan perubahan cara dia memperlakukan kita? Dia yang dulu
selalu berusaha meluangkan waktunya untukmu bisa berubah dan menganggap kamu cuma
menghambat bahkan membuang-buang percuma waktunya. Dia yang dulu mau mengalah
dalam semua masalah bisa berubah menyalahkanmu atas semuanya, salahmu atau
bukan, tetap kamulah "tersangka" di matanya. Dia yang dulu selalu
bilang “hey, gak usah risau, kan ada aku” saat kamu sedang bingung, gelisah,
sedih, bahkan berduka, sekarang akan dengan tega berkata “that's not my fuckin
business” pada semua masalahmu. Dia yang dulu selalu memberi senyum termanis
saat jumpa dengan kamu, sayangnya sekarang semua berubah jadi masam. Hahaha, it's
so funny and tragic at the same time.
Mungkin
masih banyak hal-hal lain yang berubah dari mereka. Yang jelas, mereka sudah
bukan “orang yang sama”.
Banyak
dari kita yang merasakan kejadian WYCPISA, bertanya-tanya sendiri, bagaimana
mereka bisa berubah begitu cepat? Kenapa mereka bisa berubah drastis? Hmm,
mungkin mereka tidak berubah begitu cepat dan drastis, secepat kawan berubah
jadi lawan dalam dunia politik, dan sebaliknya (lah?). Mungkin kita lah yang
tidak pernah menyadari ketika mereka tengah berada dalam “proses
metamorfosis-nya”. Kita cenderung mengabaikan dan memaklumi, bahkan menutup
mata, terhadap perubahan-perubahan kecil yang terjadi pada mereka. Yah, tau
sendiri kan, semua hal kecil yang ditumpuk sedikit demi sedikit lama-lama bakal
jadi besar juga.
Orang
terdekat kita, tentunya pada saat yang sama juga merupakan orang yang kita
sayangi, kasihi, cintai. And of course, there's a lot of unforgettable memories
with them. Mulai dari yang senang-senang bareng, sampai susah bareng. Kadang
kita teringat betapa banyak hal yang telah kita korbankan untuk mereka, waktu,
tenaga, uang, perasaan, air mata, dan entah apa lagi. Dan pastinya banyak hal
pula yang telah mereka korbankan untuk kita. I really know, it's very tough
when we realize that our closest person isn't same anymore.
So,
what should we do now? I don't know about you, but I'll take a deep breath.
Because I just need a little adjustment. Hmm wait. No no no. I think I need
super big adjustment of this tragic reality. Jangan lupa, perubahan yang dari
tadi kita bicarakan mungkin juga merupakan apa yang mereka rasakan pada kita.
Lagi dan lagi, kita tidak menyadari ternyata “proses metamorfosis” itu juga
terjadi pada diri kita.
Kejadian
WYCPISA ini tentunya membuat semua tidak nyaman. Sebagian mungkin tengah
bingung, mau diapakan hubungannya dengan orang yang sudah berubah ini.
Dipertahankan? Tapi, lelah juga sih kalau harus susah payah repot-repot
mempertahankan sendirian. Atau sama-sama saling meninggalkan? Tapi, apa iya
sesuatu yang sudah tidak nyaman selayaknya ditinggalkan begitu aja? Entah lah,
semua kembali pada pertimbangan masing-masing. Tapi, seseorang yang saya kenal,
sebut aja Pak Arief, pernah memberikan pendapatnya yang saya rasa cukup dapat
dijadikan bahan pertimbangan. Begini katanya….
Mungkin ini masalahnya, pikir gue.
Seperti rumah ini yang menjadi terlalu sempit buat keluarga kami, gue juga menjadi
terlalu sempit buat dia. Dan, ketika sesuatu sudah mulai sempit dan tidak
nyaman, saat itulah seseorang harus pindah ke tempat yang lebih luas dan
(dirasa) cocok untuk dirinya. Rumah ini tidak salah, gue dan dia juga tidak
salah. Yang kurang tepat itu bila dua hal yang dirasa sudah tidak lagi saling
menyamankan tetap dipertahankan untuk bersama.
-Pak
Arief-
Semoga
itu bisa juga menjadi bahan pertimbangan buat kalian ya.
I
think that’s all! Thank you for visiting my blog and read this post. I hope you
enjoy it.
Warm
hug, Anisa ♥
