When Your Closest Person Isn't Same Anymore (WYCPISA)

Minggu, 26 Februari 2017


Gambar: pinterest.com


Hi, my blog mate!
Long time no see you through my "formula kata".

Sudah lama banget rasanya sejak terakhir kali saya menulis sesuatu di blog ini. Saya lupa gimana dulu cerminan diri saya lewat tulisan yang saya buat. Saya gak ingat seperti apa sifat khas "formula kata" saya dulu. Dan sekarang, ketika saya mencoba menulis lagi, semua rasanya gak sama seperti dulu.

Bicara soal sesuatu yang sudah gak sama seperti yang dulu, pernah gak kalian ngerasain atau mengalami kejadian "when your closest person isn't same anymore"?

Kejadian apa ya ini? Yuk kita samakan pemikiran dulu. "When your closest..." ah ya ampun panjang juga ya, huft. Oke, kita singkat aja jadi WYCPISA (agak ribet deh, yaudah lah ya gapapa hehe). Kejadian WYCPISA yang saya maksud di sini adalah, saat seseorang atau orang-orang yang sangat dekat dengan kita –bisa jadi sahabat, teman, gebetan, pacar, mantan (terserah mantan apa aja), kerabat, bahkan keluarga, atau siapa pun yang sangat dekat dengan kita- berubah jadi seseorang yang gak kita kenali lagi. Mereka berubah. Mereka jadi orang asing. Oke, kalau sudah begini, saya rasa semua orang pernah mengalami.

Perubahan-perubahan yang kita rasakan tentunya bisa dalam banyak hal. Sifat misalnya, bagaimana dia yang dulu begitu peduli padamu lalu berubah sangat acuh; bagaimana dia yang dulu lembut dan penyayang berubah menjadi kasar;  bagaimana dia yang dulu begitu "hangat" berubah menjadi "dingin" padamu.

Hmm. Kemudian, bagaimana dengan perubahan cara dia memperlakukan kita? Dia yang dulu selalu berusaha meluangkan waktunya untukmu bisa berubah dan menganggap kamu cuma menghambat bahkan membuang-buang percuma waktunya. Dia yang dulu mau mengalah dalam semua masalah bisa berubah menyalahkanmu atas semuanya, salahmu atau bukan, tetap kamulah "tersangka" di matanya. Dia yang dulu selalu bilang “hey, gak usah risau, kan ada aku” saat kamu sedang bingung, gelisah, sedih, bahkan berduka, sekarang akan dengan tega berkata “that's not my fuckin business” pada semua masalahmu. Dia yang dulu selalu memberi senyum termanis saat jumpa dengan kamu, sayangnya sekarang semua berubah jadi masam. Hahaha, it's so funny and tragic at the same time.

Mungkin masih banyak hal-hal lain yang berubah dari mereka. Yang jelas, mereka sudah bukan “orang yang sama”.

Banyak dari kita yang merasakan kejadian WYCPISA, bertanya-tanya sendiri, bagaimana mereka bisa berubah begitu cepat? Kenapa mereka bisa berubah drastis? Hmm, mungkin mereka tidak berubah begitu cepat dan drastis, secepat kawan berubah jadi lawan dalam dunia politik, dan sebaliknya (lah?). Mungkin kita lah yang tidak pernah menyadari ketika mereka tengah berada dalam “proses metamorfosis-nya”. Kita cenderung mengabaikan dan memaklumi, bahkan menutup mata, terhadap perubahan-perubahan kecil yang terjadi pada mereka. Yah, tau sendiri kan, semua hal kecil yang ditumpuk sedikit demi sedikit lama-lama bakal jadi besar juga.

Orang terdekat kita, tentunya pada saat yang sama juga merupakan orang yang kita sayangi, kasihi, cintai. And of course, there's a lot of unforgettable memories with them. Mulai dari yang senang-senang bareng, sampai susah bareng. Kadang kita teringat betapa banyak hal yang telah kita korbankan untuk mereka, waktu, tenaga, uang, perasaan, air mata, dan entah apa lagi. Dan pastinya banyak hal pula yang telah mereka korbankan untuk kita. I really know, it's very tough when we realize that our closest person isn't same anymore.

So, what should we do now? I don't know about you, but I'll take a deep breath. Because I just need a little adjustment. Hmm wait. No no no. I think I need super big adjustment of this tragic reality. Jangan lupa, perubahan yang dari tadi kita bicarakan mungkin juga merupakan apa yang mereka rasakan pada kita. Lagi dan lagi, kita tidak menyadari ternyata “proses metamorfosis” itu juga terjadi pada diri kita.

Kejadian WYCPISA ini tentunya membuat semua tidak nyaman. Sebagian mungkin tengah bingung, mau diapakan hubungannya dengan orang yang sudah berubah ini. Dipertahankan? Tapi, lelah juga sih kalau harus susah payah repot-repot mempertahankan sendirian. Atau sama-sama saling meninggalkan? Tapi, apa iya sesuatu yang sudah tidak nyaman selayaknya ditinggalkan begitu aja? Entah lah, semua kembali pada pertimbangan masing-masing. Tapi, seseorang yang saya kenal, sebut aja Pak Arief, pernah memberikan pendapatnya yang saya rasa cukup dapat dijadikan bahan pertimbangan. Begini katanya….

Mungkin ini masalahnya, pikir gue. Seperti rumah ini yang menjadi terlalu sempit buat keluarga kami, gue juga menjadi terlalu sempit buat dia. Dan, ketika sesuatu sudah mulai sempit dan tidak nyaman, saat itulah seseorang harus pindah ke tempat yang lebih luas dan (dirasa) cocok untuk dirinya. Rumah ini tidak salah, gue dan dia juga tidak salah. Yang kurang tepat itu bila dua hal yang dirasa sudah tidak lagi saling menyamankan tetap dipertahankan untuk bersama.
-Pak Arief-

Semoga itu bisa juga menjadi bahan pertimbangan buat kalian ya.

I think that’s all! Thank you for visiting my blog and read this post. I hope you enjoy it.
Warm hug, Anisa

About Me!


Hi, my blog mate!
Welcome to Anisa Maulidea Binita -Thought-Formula Kata-

My name is Anisa Maulidea Binita and I love writing about everthing that I like. I hope you enjoy and love it too.

Warm hug, Anisa

Reach me on another social media:
Email: anisamaulideabinita@gmail.com
Instagram: anisamaulidea
Twitter: anisamaulidea
Facebook: Anisa Maulidea Binita
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS