Pernah gak kamu ngerasa lelah? Lelah dengan
amanah. Pundak kamu gak cukup kuat buat dibebani amanah. Atau mungkin ada yang
teriak di dalam pikiran kamu, “Pundak aku bukan pundak yang tepat buat amanah
itu!”
Pernah gak kamu ngerasa pengin berhenti?
Berhenti karena ngerasa cukup sama apa yang udah kamu dapetin. “Ya mungkin ini
batasannya. Ini tempat pemberhentiannya.” Kadang seseorang, atau bahkan semua
orang, memikirkan itu. Tapi gimana kalau ternyata itu bukan tempat
pemberhentian yang tepat? Apa yang akan terjadi kalo seseorang berhenti di
tempat yang salah?
Tapi di balik semua itu, sebenarnya....
Amanah tidak akan
salah memilih pundak, seperti cinta yang tidak akan salah memilih hati.
Itu yang seseorang bilang.
Tapi aku pikir ada banyak amanah yang
kelihatannya salah memilih pundak. Gak sedikit juga cinta yang salah memilih
hati. Tunggu.... Rasanya ada yang kurang pas.
Apa ya?
Mungkin bukan amanah dan cinta yang salah
memilih. Tapi pundak dan hati yang belum sadar kalau mereka adalah yang
terpilih. Atau mungkin pundak dan hati yang ingkar dari amanah dan cinta yang udah
memilih mereka.
Gimana dengan seseorang yang ngerasa lelah berjalan
dengan amanah di pundaknya? Dia harus berhenti dimana?
Ketika kamu lelah dengan amanah itu,
berhenti aja. Ya berhenti. Tapi bukan untuk menyerah dan melepaskan amanah itu
dari pundakmu. Berhentilah sekedar untuk beristirahat. Berhentilah sekedar
untuk bernapas. Karena sebenarnya yang kita butuhkan bukan tempat untuk
berhenti, tapi tempat untuk beristirahat, waktu untuk bernapas.
Sama halnya dengan masalah cinta dan hati.
Cinta gak akan salah memilih hati. Ketika mungkin kamu ngerasa cinta kamu
tumbuh di tempat yang salah, biarkan aja. Jangan kamu bunuh. Seharusnya kamu
rawat, kamu jaga, kamu besarkan. Karena mungkin aja tempat yang salah itu bisa
berubah jadi rumah yang tepat. Dan seandainya gak ada yang bisa diubah dari
tempat yang salah, setidaknya akan ada bekas cinta yang pernah diperjuangkan di
sana, bukan bekas cinta yang kamu bunuh hahahahahaha.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar