Amanah, Cinta, Pundak dan Hati

Selasa, 24 Desember 2013


Pernah gak kamu ngerasa lelah? Lelah dengan amanah. Pundak kamu gak cukup kuat buat dibebani amanah. Atau mungkin ada yang teriak di dalam pikiran kamu, “Pundak aku bukan pundak yang tepat buat amanah itu!”

Pernah gak kamu ngerasa pengin berhenti? Berhenti karena ngerasa cukup sama apa yang udah kamu dapetin. “Ya mungkin ini batasannya. Ini tempat pemberhentiannya.” Kadang seseorang, atau bahkan semua orang, memikirkan itu. Tapi gimana kalau ternyata itu bukan tempat pemberhentian yang tepat? Apa yang akan terjadi kalo seseorang berhenti di tempat yang salah?

Tapi di balik semua itu, sebenarnya....
Amanah tidak akan salah memilih pundak, seperti cinta yang tidak akan salah memilih hati.
Itu yang seseorang bilang.

Tapi aku pikir ada banyak amanah yang kelihatannya salah memilih pundak. Gak sedikit juga cinta yang salah memilih hati. Tunggu.... Rasanya ada yang kurang pas.
Apa ya?
Mungkin bukan amanah dan cinta yang salah memilih. Tapi pundak dan hati yang belum sadar kalau mereka adalah yang terpilih. Atau mungkin pundak dan hati yang ingkar dari amanah dan cinta yang udah memilih mereka.

Gimana dengan seseorang yang ngerasa lelah berjalan dengan amanah di pundaknya? Dia harus berhenti dimana?

Ketika kamu lelah dengan amanah itu, berhenti aja. Ya berhenti. Tapi bukan untuk menyerah dan melepaskan amanah itu dari pundakmu. Berhentilah sekedar untuk beristirahat. Berhentilah sekedar untuk bernapas. Karena sebenarnya yang kita butuhkan bukan tempat untuk berhenti, tapi tempat untuk beristirahat, waktu untuk bernapas.

Sama halnya dengan masalah cinta dan hati. Cinta gak akan salah memilih hati. Ketika mungkin kamu ngerasa cinta kamu tumbuh di tempat yang salah, biarkan aja. Jangan kamu bunuh. Seharusnya kamu rawat, kamu jaga, kamu besarkan. Karena mungkin aja tempat yang salah itu bisa berubah jadi rumah yang tepat. Dan seandainya gak ada yang bisa diubah dari tempat yang salah, setidaknya akan ada bekas cinta yang pernah diperjuangkan di sana, bukan bekas cinta yang kamu bunuh hahahahahaha.

Kita memulai semuanya bukan untuk berhenti di titik ini. Jangan mau jadi pundak dan hati yang ingkar. Percaya deh, akan ada pundak lain yang akan saling menguatkan ketika suatu amanah terasa berat :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS